Mengukur Kepahlawanan

Khalid Bin Walid :

“ Laisa fii jismi maudi’u syibrin illa wa fiihi dhorbathu saifin awthaa’natun rumhin, wa ha anadza amuutu ‘ala firasyi kamaa yamuutul ba’iru. Falaa naamat a’yumul jununa’u “

Beliau mengatakan

“ Pada tubuhku tak ada tempat sejengkalpun kecuali ada bekas tebasan pedang atau tusukan panah dan tombak. Duhai, inilah aku meninggal diatas ranjangku seperti matinya seekor keledai. Maka, semoga tidak tidur mata para pengecut “.

Al Khiyaratush Shahabah, Dakwah memang penuh dengan pilihan-pilihan sulit. Seperti halnya kepahwalanan Thariq Bin Ziyad saat menaklukan andalusia atau spanyol, Ramadhan 92 H, atau bertepatan dengan tahun 711 M, Thariq bin Ziyad dan pasukannya merapat di pantai Spanyol, dengan membawa misi untuk menyebarkan dakwah Islam. Sayang, Raja Roderick dan pasukannya menolak, dan bahkan mengobarkan peperangan. Peperangan itu sebenarnya bermula dari pertikaian antara sesama Kristen Spanyol. Raja Roderick yang berkuasa saat itu, memaksakan keyakinan Trinitas Kristen yang dianutnya kepada umat Nasrani Aria.

Berbeda dengan para pendukung Roderick yang meyakini Nabi Isa sebagai Yesus, yaitu Allah Bapak, Anak Tuhan, dan Ruh Kudus, kaum Nasrani Aria meyakini Nabi Isa semata sebagai utusan Allah. Pemaksaan keyakinan Trinitas oleh Raja Roderick ini menimbulkan penindasan di kalangan Nasrani Aria. Lantas, pimpinan mereka meminta bantuan kepada Pasukan Thariq bin Ziyad yang memang sudah merapat di Spanyol dalam misi dakwah dari khalifah.

Panglima Thariq menerima permintaan pemimpin Nasrani Aria. Itu sebabnya, dalam sebuah pidatonya sesaat sebelum melakukan pertempuran dengan pasukan Raja Roderick, Thariq bin Ziyad memerintahkan pembakaran kapal-kapal yang telah membawa seluruh awak pasukannya dari Afrika, kecuali beberapa pasukan kecil yang diminta pulang untuk meminta bantuan kepada khalifah. Pidato ‘kontroversial’ itu karuan saja membuat pasukannya keheranan. Namun beliau mengatakan, “Di belakang kita ada lautan luas, di hadapan kita pasukan musuh. Jadi, kita datang ke sini tidak untuk kembali. Kita hanya punya dua pilihan; menaklukkan negeri ini dan menetap di sini serta mengembangkan Islam, atau kita semua binasa (syahid)”. Mungkin kita terlalu spesial kalau dihadapkan antara berperang atau kecebur tetapi setidaknya dakwah ini kadang memberikan pilihan-pilihan sulit, apakah kita membina atau berleha-leha, apakah walimah atau membujang, apakah liqo atau bersama keluarga, apakah bersama jamaah atau lari menjauh, apakah dakwah atau ma’isyah, apakah dakwah atau aisyah. Pilihan-pilihan itu kerap menguji kita apakah kita istiqomah atau menjadi pecundang. Pengecutlah yang memilih tidak istiqomah,        “ Pada tubuhku tak ada tempat sejengkalpun kecuali ada bekas tebasan pedang atau tusukan panah dan tombak. Duhai, inilah aku meninggal diatas ranjangku seperti matinya seekor keledai. Maka, semoga tidak tidur mata para pengecut “. Padahal dengan dakwah yang merupakan amal utama dari jihad dapat kita rasakan dengan tersingkapnya identitas kaum munafik , hal ini terbukti dalam sejarah ketika Rasulullah saw meyerukan jihad perang Uhud seluruh kaum muslimin menyambutnya tetapi dengan provokasi yang dilancarkan oleh tokoh kaum munafik saat itu, yaitu Abdullah bin Ubay akhirnya 300 pasukan muslim yang lemah imannya mengundurkan diri berjihad diperang Uhud, selain itu jihad juga untuk membersihkan orang-orang mukmin dari dosa-dosa mereka, mendidik mereka kepada kesabaran, keteguhan dan konsisten terhadap akidahnya dengan menjunjung tinggi semboyan yang arti bunyinya adalah :” kalau hidup maka hiduplah yang mulia jika tidak maka matilah dalam keadaan syahid”. Rasulullah saw menggambarkan betapa besar pahala jihad dalam sebuah hadits yang berbunyi “Tak seorangpun yang masuk surga menyukai untuk kembali kedunia lagi sekalipun tidak memiliki sesuatu kekayaan apapun di dunia kecuali orang yang mati syahid ia menghendaki kembali kedunia lagi  agar mati syahid sampai sepuluh kali karena ia telah menyaksikan betapa besar balasan penghormatan kepadanya yaitu pahala berjihad ( HR Bukhori Muslim ).

Sungguh sangat disayangkan apabila jalan yang kita pilih adalah ketidak istiqomahan apalagi kita lari dari dakwah karena dunia, anak dan istri, perniagaan takut rugi atau juga karena sakit hati. Sayyid Qutub dalam tafsir Zhilalnya mengatakan:”sesungguhnya motivasi jihad dalam islam yag sebenarnya harus dicari dari tabi’at islam itu sendiri sesuai dengan peranannya di muka bumi ini, serta sesuai tujuannya yang mulia sebagaimana telah ditetapkan oleh Allah swt. Hal ini dipertegas lagi oleh Abu al a’la al Maududi yang mengatakan:”Sasaran tauhid bukanlah berkisar pada ibadah Allah swt semata-mata tetapi lebih luas lagi adalah dakwah menuju revolusi sosial. dan kalau kita membuka kembali sejarah perjuangan islam maka jihadlah satu-satunya alat yang dapat menghancurkan kebatilan dan dengan semangat ruh kepahlawananlah umat islam mampu menghalau pasukan yang berlipat ganda, lari tunggang langgang dari medan perang dan dengan jihad pula mampu menumbangkan dinasti yang zhalim dan kejam. Tetapi yang terjadi sekarang ini malah sebaliknya kemunduran umat islam adalah disebabkan karena sudah tidak ada lagi ruh kepahlawanan, mereka sudah semakin cinta akan kehidupan dunia yang merupakan bakteri yang telah mengerogoti tubuh umat islam, sehingga ketika diserukan jihad ia malah berpaling dan enggan menyambutnya. Padahal Allah swt memotivasi orang yang berjihad dengan janji mendapatkan hidayah sesuai dengan firman-Nya dalam surat al Ankabut ayat 69 :”Dan orang-orang yang berjihad untuk ( mencari keridhaan ) kami, benar-benar akan kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. Dan sesungguhnya allah benar-benar beserta orang yang berbuat baik.

Ikhwah fillah ada baiknya kita belajar dari para pahlawan Palestina yang meraih syahadah diantaranya adalah Muhamad Musa yang menggapai syahadah dengan kejujuran citanya, Pejuang Palestina ini lahir di Jabalia pada 4 Januari 1981. Dia tumbuh dalam keluarga sederhana dan dermawan. Sejak kecil, bersama ayahnya Musa kecil sudah terbiasa pergi ke masjid “Abul Khair” yang ada dekat rumah orang tuanya. Dikenal sebagai aktivis masjid yang mumpuni. Dia enggan untuk menikah kecuali dengan wanita yang memiliki pemahaman beragama yang benar dan baik. Karena aktivitas dakwah dan jihad yang menguras waktunya, dia terpaksa berhenti kuliah selama 2 tahun. Aktivitas dakwah yang digeluti Musa adalah pengajaran dakwah umum dan keluarga yang secara khusus dia sampaikan di masjid. Selain itu juga ada halaqah al Qur’an al Karim, daurah pembinaan dan berbagai kegiatan masjid lainnya.Sejak masih sekolah, Musa telah bergabung dalam ikatan pelajar Islam Palestina. Bahkan ketika masih duduk di bangku sekolah menengah atas dia telah bergabung dengan Gerakan Perlawanan Islam HAMAS melalu aktivitas-aktivitas yang diselenggarakan gerakan ini. Bersamaan dengan meletusnya intifadhah al Aqsha, maka terbukalah jalan baginya untuk merealisasikan cita-cita dan impiannya siang dan malam untuk bisa gugur syahid di jalan Allah. Musa memang berasal dari keluarga yang telah terbina dengan ilmu-ilmu syar’i. Begitu meletus intifadhah al Aqsha dia langsung bergabung dengan Brigade al Qassam, sayap militer gerakan HAMAS. Untuk itulah dia menunjukan semangat, keberanian dan komitmen istimewa di dalam menjalankan tugas-tugas jihad sebagai murabith yang selalu terjaga, sebagai petarung yang tidak pernah kenal lelah dan sebagai pejuang di setiap medan laga tanpa keluh kesah. Dia sendiri memiliki pengalaman yang unik dengan syahadah (mati syahid). Dia telah memohon syahadah kepada Allah dengan kejujuran citanya, dan Allah kabulkan. Dia jujur kepada-Nya dan Dia-pun membenarkannya!. Pejuang Palestina yang lainnya adalah Abdullah Al Deek yang pernikahan dan penjara tak pernah menyurutkan impian  jihad dan syahadah. Dua tahun lamanya keluarga Abdullah al Deek hidup dalam penantian antara menunggu dan lainnya. Kadang dia datang di malam hari mengetuk kaca jendela rumahnya, seakan memberikan kabar kepada keluarganya, “Ini aku masih hidup.” Pada kesempatan yang lain, istri bersama dua bocahnya sambil membawa makanan menyusulnya. Di lain waktu, dia terus menjadi buruan pesawat-pesawat pembunuh. Dan pada kesempatan berikutnya dia akan bersembunyi di antara puluhan kebekuan menyusuri kesunyian. Dan kemudian menuju surga dalam kondisi tubuh yang terkoyak dan dengan dua sepatu terbalik yang telah menghantarkannya ke peristirahatan terakhir. “Tidak pernah bertanya apa yang ada di balik kematian. Dia hanya menghafal peta Firdaus lebih dari sekadar yang dia hafal dari jalan-jalan di bumi”. Motonya adalah “Serulah kepada jalan Rabbmu dengan cara hikmah dan nasehat yang baik..”. Dengan cara dialog dan argument inilah dia dapat membantu meyakinkan sejumlah pemuda komitmen pada syi’ar-syi’ar ibadah. Dia juga memiliki majlis-majlis tarbiyah untuk anak-anak remaja di masjid.” Kehidupan jihad dan perlawanan memang telah memilih Abdullah dan dia pun memasukinya dengan kecintaan dan sukarela. Meski dengan itu dia harus rela meninggalkan orang-orang yang dicintainya. Terakhir sebelum kesyahidanya, Abdullah sempat mengunjungi kerabat dan keluarganya secara mendadak. Dia bilang tidak ingin berlama-lama karena tidak ingin terikat lebih banyak dengan kedua anaknya yang masih kecil. Karena dia tahu bahwa ini akan menjadi penghalangnya. Selamat jalan pahlawan.

Ikhwah fillah, Taqdir pejuang memang berbeda. Ada yang memenuhi janjinya kepada Allah dengan menggapai syahadah, namun ada juga yang harus masih menunggu. Tapi pejuang sejati tidak pernah mengganti janjinya kepada Allah. Semoga ruh perjuangan itu takkan pernah lekang dimakan waktu mengingat sebentar lagi pilkada, semoga kepengecutan dan kemunafikan tidak menghinggapi kita semua. Wallahu’alam.

Satu Tanggapan

  1. muslim sejati adalah muslim yang yakin dengan segala kebesaran Allah

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.